Monday, April 28, 2008

Workshop Bersama Guru Susun Materi Panggung Boneka

Teks oleh Ebe Agustina; foto oleh Andrianus/Ari-Pekoka

Ebe Agustina dari The Nature Conservancy menfasilitasi workshop penyusunan materi panggung boneka untuk kampanye kawasan Hutan Lindung Sungai Lesan di SDN 008 Merapun Kecamatan Kelay. Workshop yang diikuti para guru sekolah dasar dan guru sekolah minggu ini telah dilaksanakan pada tanggal 11 April 2008. Para guru yang hadir yang berjumlah 6 orang mengatakan bahwa anak-anak memang sangat perlu mengetahui dan memahami potensi keanekaragaman, fungsi jasa lingkungan serta manfaat lain dari Hutan Lindung Sungai Lesan. Mereka juga berpendapat bahwa penggunaan panggung boneka sebagai media pembelajaran memang sangat menarik, menghibur dan disukai anak-anak.

Dari workshop sehari yang dimotori Pak Ricky (kepala SD Merapun) dan disambut positif Ibu Merlan, Ibu Sulis, Ibu Ani, Pak Abram dan Pak Kasim ini telah dihasilkan tujuan rencana pementasan panggung boneka dan satu cerita panggung boneka mengenai harmonisasi hidupan liar dalam hutan, konflik orang utan dan manusia di kampung serta pesan moral bahwa orangutan dan satwa liar lainnya yang termarjinalkan adalah korban ulah manusia yang kurang bijak mengelola sumberdaya hutan sehingga hutan sebagai habitat satwa liar semakin berkurang dan terdegradasi. Peserta workshop berharap program pendidikan lingkungan hidup melalui media-media alternatif seperti panggung boneka ini dapat terus dikembangkan di Merapun. Oleh sebab itu di akhir workshop para guru bersepakat akan mendukung pementasan panggung yang direncanakan Mei 2008 sebagaimana cerita yang telah mereka hasilkan. Pembuatan boneka tangan sebagaimana karakter/sifat dan ciri fisik para tokoh cerita yang telah dihasilkan, para guru pun bersedia terlibat lagi dalam proses pembuatan boneka tersebut.

Workshop bersama guru yang diselenggarakan pararel di desa-desa sekitar kawasan Hutan Lindung Sungai Lesan ini memang bukan sekedar bertujuan untuk menyusun materi panggung boneka tetapi esensinya membangun kepemilikan guru atas program pendidikan konservasi melalui kampanye bangga kerjasama TNC dan RARE Indonesia. Terlebih lagi tentunya membangun kepemilikan para guru atas kawasan Hutan Lindung Sungai Lesan. Bagaimana pun para pendidik adalah salah satu mata rantai yang menjadi ujung tombak terbangunnya kepemilikan komunitas lokal atas Hutan Lindung Sungai yang dipercaya masyarakat. Dari hasil survey yang dilaksanakan pada bulan Januari 2008 diketahui tokoh guru dipercaya 75,8% oleh masyarakat peladang di 7 desa sekitar Hutan Lindung Sungai Lesan.

No comments: